Dominasi Jatim Bagian Barat, Unirow Kini Miliki Lima Guru Besar

Doc/Rapat Terbuka UNIROW Tuban.com/

0
136

Tuban – Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban kembali menorehkan tonggak penting dalam perjalanan akademiknya. Kampus Manunggal secara resmi mengukuhkan tiga guru besar dari bidang kepakaran yang berbeda dalam Sidang Terbuka Senat yang digelar pada Selasa (10/2/2026) di Hall Hotel Lynn, Tuban.

Pengukuhan tiga profesor sekaligus ini menjadi bukti nyata komitmen Unirow dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi, pengembangan riset, pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi yang berdampak. Tiga guru besar yang dikukuhkan tersebut adalah Prof. Dr. Imas Cintamulya, M.Si. (Bidang Kepakaran Pembelajaran Biologi), Prof. Dr. Marita Ika Joesidawati, S.T., M.Pd., M.Si. (Bidang Kepakaran Bioteknologi Kelautan), dan Prof. Dr. Warli, M.Pd. (Bidang Kepakaran Pembelajaran Aljabar).

Acara pengukuhan dihadiri oleh Ketua Badan Pembina Lembaga Pendidikan (BPLP) PB PGRI Pusat, Ketua dan Sekretaris PGRI Jawa Timur, Ketua PPLP-PT PGRI Tuban, unsur kepolisian, Pengadilan Negeri Tuban, Ketua PGRI Tuban, mitra kampus, keluarga para guru besar, pimpinan Unirow, serta tamu undangan lainnya.

Prosesi diawali dengan pembacaan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen, kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan oleh Ketua Senat Unirow, Prof. Dr. Agus Wardhono, M.Pd.

Ketua BPLP PB PGRI Pusat, Prof. Dr. Supardi Uki Sajiman, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Unirow. Menurutnya, Unirow menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Jawa Timur bagian barat yang saat ini memiliki lima guru besar.

“Ini prestasi yang luar biasa. Jarang saya temui perguruan tinggi yang mampu mengukuhkan tiga guru besar sekaligus,” ujarnya.

Usai dikukuhkan, Prof. Dr. Warli, M.Pd. menegaskan bahwa gelar guru besar bukan sekadar representasi keunggulan akademik personal, melainkan manifestasi dari akumulasi kontribusi, dedikasi, serta pemenuhan kualifikasi akademik dan manajerial yang komprehensif.

“Perolehan gelar profesor tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan akademik, tetapi mencerminkan kualitas dan kontribusi seorang dosen dalam riset, pengabdian kepada masyarakat, serta integritas perjalanan akademiknya,” ungkapnya.

Ia juga mengenang cita-cita Almarhum Drs. Totok Supijanto, M.M., Ketua PPLP-PT PGRI Tuban sebelumnya, yang semasa hidupnya berharap Unirow mampu melahirkan guru besar. Harapan tersebut kini terwujud dan menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan Unirow.

Sementara itu, Ketua PPLP-PT PGRI Tuban, Sudjarwoto, S.H., S.Pd., M.H., M.M., M.Hum., menilai pengukuhan tiga guru besar dari tiga kepakaran berbeda ini memiliki peran strategis, salah satunya di bidang kemaritiman.

Menurutnya, Kabupaten Tuban dengan garis pantai sepanjang lebih dari 60 kilometer menyimpan potensi besar yang dapat dikembangkan melalui riset dan inovasi akademik.

“Lebih dari 60 kilometer garis pantai Tuban merupakan potensi besar yang perlu dikaji dan dikembangkan secara konseptual melalui riset dan inovasi akademik,” ujarnya.

Pengukuhan ini juga mendapat perhatian dari LLDikti Wilayah VII Jawa Timur. Hadir secara daring, Kepala LLDikti Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., menyampaikan bahwa keberadaan para profesor ini diharapkan mampu memperkuat sistem penjaminan mutu perguruan tinggi serta mendorong Unirow menuju tata kelola akademik berstandar internasional tanpa meninggalkan karakter dan kearifan lokal.

“Ke depan, kerja sama Tridarma perguruan tinggi perlu diperluas, tidak hanya bersifat umum, tetapi diarahkan pada kolaborasi strategis berskala internasional,” tuturnya.

Selain prosesi pengukuhan, masing-masing guru besar juga menyampaikan orasi ilmiah. Prof. Dr. Imas Cintamulya, M.Si. mengangkat orasi berjudul “Paradigma Baru Pembelajaran Biologi Abad ke-21: Gaya Kognitif sebagai Fondasi Pengembangan Intelektual, Literasi Digital, dan Nilai Spiritual.”

Sementara itu, Prof. Dr. Marita Ika Joesidawati, S.T., M.Pd., M.Si. menyampaikan orasi bertajuk “Benteng Biru Nusantara: Bioteknologi Kelautan sebagai Fondasi Adaptasi Iklim dan Pertahanan Pantai, Restorasi Biodiversitas, serta Kemandirian Ekonomi Biru.”

Adapun Prof. Dr. Warli, M.Pd. mengusung tema “Penguatan Berpikir Aljabar dengan Intervensi Scaffolding sebagai Pemutus Siklus Kesulitan dalam Mengkonstruksi Pembuktian Formal.”

Dengan bertambahnya tiga guru besar baru, Unirow Tuban kini memiliki lima guru besar dari bidang kepakaran yang berbeda. Capaian ini menegaskan posisi Unirow sebagai perguruan tinggi yang menonjol di wilayah Tuban dan Lamongan, sekaligus diharapkan mampu mendorong kontribusi nyata dalam memperkenalkan Tuban ke tingkat nasional hingga internasional melalui prestasi akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Penulis : Nadia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini