Tuban – Suasana penuh warna dan kreativitas mewarnai Dies Natalis ke-23 KSSR UNIROW Tuban yang digelar melalui kegiatan seni bertema “Melukis Kenangan, Menerbangkan Imajinasi”, melibatkan pelajar dan mahasiswa, dengan puncak kegiatan pada 8 Februari 2026.
Tema tersebut dimaknai sebagai perayaan atas proses berkesenian yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga perjalanan mengingat, mencipta, dan tumbuh bersama. Melalui tema ini, KSSR mengajak peserta menjadikan seni sebagai ruang bertemunya kenangan masa lalu dan harapan masa depan.
Ketua Umum KSSR, Galuh Endah Puspita Ningtyas . menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana eksistensi KSSR, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus. Selain itu, Dies Natalis ke-23 ini juga dimaknai sebagai proses refleksi dan penciptaan bersama.
“Dies Natalis ini adalah perayaan atas suatu proses: mengingat, mencipta, dan terbang bersama. Di sinilah kenangan bertemu imajinasi, dan setiap karya menjadi bukti bahwa seni selalu hidup dari bumi yang kita pijak menuju langit yang kita impikan,” ungkapnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, KSSR menyelenggarakan dua cabang lomba seni rupa, yakni lomba menggambar berwarna secara online untuk tingkat SMP dan SMA sederajat se-Karesidenan, serta lomba menghias layang-layang antar program studi di lingkungan Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban.
Lomba menggambar online menjadi pembeda dibandingkan kegiatan sebelumnya yang mayoritas dilaksanakan secara luring. Melalui platform WhatsApp, Instagram, dan TikTok, peserta mengunggah karya mereka sejak 9 Januari hingga 27 Januari 2026, yang kemudian diperpanjang hingga 8 Februari 2026. Konsep daring ini dinilai mampu memperluas jangkauan jejaring sosial sekaligus meningkatkan eksistensi kegiatan di media sosial.
Sementara itu, lomba menghias layang-layang yang digelar secara langsung di Panggung Budaya UNIROW Tuban menghadirkan konsep unik. Media “layangan” dipilih sebagai bentuk eksplorasi baru dalam berkarya, berbeda dari media konvensional seperti kertas atau kanvas. Panitia menyiapkan kerangka layangan, sementara peserta membawa perlengkapan pendukung dari rumah.
Antusiasme tinggi terlihat pada lomba menggambar online tingkat SMP dan SMA sederajat, tercermin dari kualitas karya yang diunggah peserta. Sementara lomba menghias layang-layang antar prodi masih menghadapi tantangan berupa minimnya partisipasi. Meski demikian, beberapa program studi menunjukkan semangat dan kontribusi yang patut diapresiasi.
“Panitia terus berupaya mempromosikan kegiatan hingga hari pelaksanaan. Partisipasi dari beberapa prodi menjadi bentuk dukungan yang sangat berarti bagi kami,” tambah Galuh.
Adapun hasil lomba menghias layang-layang mahasiswa antar prodi menetapkan:
1. Biologi sebagai juara pertama , 2.Pendidikan Matematika juara kedua, 3. Ilmu Komunikasi 2 juara ketiga
Sedangkan pada lomba menggambar online tingkat SMP dan SMA sederajat, para pemenang adalah:
1. Nabila Putri Habibatur Rosyidah – SMPN 3 Bancar (Karya Terbaik) , 2. Nabila Salsa Amalia – MAN 1 Tuban (Like Terbanyak) , 3. Kirana Sary As Sagaty – MTsN 2 Tuban (Video Terkreatif)
Kriteria penilaian lomba menggambar meliputi unsur warna, kesesuaian tema, orisinalitas, dan estetika. Sementara lomba menghias layang-layang dinilai dari kreativitas, kekompakan, dan estetika visual.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi seluruh pihak. Bagi peserta pelajar, lomba menjadi sarana menyalurkan kreativitas sekaligus meningkatkan eksistensi lembaga pendidikan.
Bagi mahasiswa antar prodi, kegiatan ini mempererat silaturahmi, jejaring sosial, serta ruang berekspresi. Sedangkan bagi penyelenggara, Dies Natalis ke-23 menjadi ajang pembelajaran berorganisasi dan penguatan eksistensi UKM KSSR.
Melalui kegiatan ini, KSSR berharap semangat kreativitas, suportivitas, dan jiwa kompetisi dapat terus tumbuh, baik di kalangan pelajar, mahasiswa, maupun internal organisasi, sebagai bekal untuk menghadirkan kegiatan yang lebih baik di masa mendatang.
Penulis : Nadia Aulia
Reporter : Musafa’ah Nafisa



