Dignitate : Ketika Terlalu Gengsi Menyatakan Rasa

0
338

LPM Waskita – Hai Sobat, sebelum kita berlanjut pada pembahasan. Mau tanya dulu nih, sebenarnya apa sih film itu? Coba Sobat bayangkan, apa saja yang ada dalam film. Nah, kalau masih bingung, biar kami jelaskan. Film adalah sebuah tontonan yang banyak disukai oleh semua kalangan, terutama anak muda sebagai suatu bentuk hiburan yang dapat dikatakan menarik tapi sederhana, dan tentunya didalamnya ada nilai dan pesan yang dapat kita terima. 

Di samping itu, jika kita menyukai dan merasa tertarik dengan film yang kita tonton, tentunya kita akan merekomendasikan pada teman kita atau bahkan menceritakan alur ceritanya, iya kan Sobat. 
Nah, kami akan berbagi cerita sekelumit tentang film yang baru ditayangkan beberapa minggu yang lalu, Simak berikut ini ;
Film dignitate rilis pada 23 Januari 2020, menjadi karya terbaru yang disutradarai oleh Fajar Nugros tahun ini. Tahun sebelumnya, ia telah berhasil  menggarap film layar lebar Yowis Ben dengan rating yang tinggi. Soal komedi, Fajar tidak semaksimal Yowis Ben karena memang kebutuhan cerita ditekankan pada kisah keluarga. Unsur humor film ini disisipkan pada adegan-adegan tokoh pendukung. Dignitate sendiri merupakan film adaptasi novel best selling dengan judul sama karya Hana Margaretha yang dibintang oleh Al Ghazali sebagai Alfi dan Caitlin Halderman sebagai Alana. Dignitate artinya kehormatan, dalam adegan film ini beberapa kali kata kehormatan terucap dari sang tokoh Alfi.
Genta Denalfian lelaki yang mendapat julukan Ganteng Ganteng Serem (GGS) merupakan siswa yang pandai dan jagoan. Sayangnya, ia terkenal galak. Sering membuat orang sakit hati dengan ucapannya yang sarkatis, pedas, dan penuh kecaman. Hanya keenan satu-satunya teman Alfi di sekolah, diperankan oleh Teuku Ryzky eks Coboy Junior. Al beradu akting dengan Caitlin yang berperan sebagai murid baru, gadis periang dan polos. Awalnya Caitlin tampak tidak goyah dengan pesona Al, malah lebih sering bertengkar kecil. Seiring berjalannya waktu, mereka semakin dekat dan timbul percikan asmara. Konflik muncul dengan kehadiran Regan yang diperankan oleh Giorgino Abraham, sebagai kakak Alfi sekaligus mantan Alana.
Alfi dan Regan, dua bersaudara yang memiliki watak keras kepala, merasa bahwa dirinya yang paling tersakiti. Sang kakak merasa Alfi telah marampas masa kecilnya dan kasih sayang dari orang tua mereka, sedangkan Alfi hanya berusaha mengembalikan kehormatan keluarga yang telah lama hancur. Suatu malam mereka saling tonjok menonjok, Alfi geram dengan kelakuan Regan yang telah menyebabkan ayahnya meninggal, menghambur-hamburkan uang demi obat terlarang, bahkan saat ini menjadi buronan. Sang ibu yang diperankan oleh Sophia Latjuba tiba-tiba muncul dari balik pintu kamar melihat pergulatan hebat kedua putranya disertai air mata penuh rasa sesal karena belum berhasil mendidik anak-anak dengan baik. Bersamaan dengan itu, sirine mobil polisi terdengar nyaring, pasukan kepolisian berhasil menemukan Regan sang buronan. Tanpa menghiraukan situasi, Regan dengan tangis penuh penyesalan memeluk sang ibu, disusul pelukan hangat dari Alfi sang pelindung keluarga. Momen ini memberikan kesan tersendiri bagi penikmatnya, kesadaran bahwa setiap manusia memiliki cara yang berbeda-beda dalam mengungkapkan rasa. Peran yang dimainkan oleh para aktor terasa benar-benar nyata, bahkan mampu membuat beberapa penonton tak kuasa hingga meneteskan air mata.
Menyaksikan film ini, sepertinya lebih menggambarkan kisah anak SMA ibukota. Kehidupan yang digambarkan kurang relate dengan sebagian besar remaja SMA, terutama di pedesaan dan kota-kota kecil. Adegan Alfi balapan liar dengan anggota geng, Alana yang punya rumah sesuai lokasi kerja ibunya dan dijaga ketat oleh satpam, serta Regan yang dengan mudah membawa Alana ke diskotik. Lantas, tidak berarti film ini sepenuhnya memberikan pengaruh jelek, hanya saja pengembangan karakternya kurang relate. Namun jangan salah, film ini masih bisa dinikmati oleh para remaja. Tentunya juga happy ending dalam urusan cinta Alfi Alana.
Fokus film Dignitate bukan hanya perihal kisah cinta anak remaja melainkan konflik keluarga yang penuh liku. Hubungan dalam keluarga yang kurang harmonis karena kesalahpahaman, antara adik dan kakak, juga ibu dan anak. Berharap film ini ke depannya mampu menjadi acuan dalam membuat film drama yang bermutu jauh dari baper-baperan klise. 
Nilai moral yang disampaikan dari film Dignitate adalah pentingnya komunikasi antar keluarga, teman, bahkan gebetan. Diam jauh lebih baik daripada banyak bicara yang berakibat melukai, tapi jika diam menimbulkan kecanggungan dalam suatu hubungan, semuanya butuh penjelasan bukan kode-kodean. 
Nah, bagaimana sobat. Ternyata ada banyak pesan moral yang dapat kita peroleh dari film ini , kan. Sederhana tapi menarik. Semoga bermanfaat ya sobat. (Ianatul) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini