Mengupas Tuntas Standar Publikasi dan Proses Kerja LPM Waskita UNIROW Tuban

0
244
Foto Bersama Kunjungan Industri yang Program Kerja Litbang

Tuban, 26 November 2025 – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Waskita Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban, sebagai organisasi pers kampus, menjalankan prosedur kerja yang terstruktur dan ketat. Mulai dari penerimaan karya, koordinasi internal, hingga kepatuhan pada etika profesional, semua dilakukan demi menjaga kualitas konten dan kredibilitas organisasi.

Proses penerimaan karya untuk publikasi di LPM Waskita memiliki standar yang tinggi. Menurut keterangan dari Pimpinan Umum, Utri Rahmawati, terdapat empat syarat utama agar sebuah karya dapat disetujui oleh Pimpinan Umum (Pinum) atau Pimpinan Redaksi (Pimred).

“Karya dapat diterima oleh LPM apabila memenuhi beberapa syarat utama,” jelas mahasiswa Pendidikan Matematika yang akrab disapa Utri tersebut. Ia merinci bahwa syarat-syarat yang dicantumkan meliputi:
1. Originalitas (bukan plagiat dan belum pernah dipublikasikan di tempat lain).
2. Kesesuaian tema dengan arah pemberitaan dan kebijakan redaksi Waskita.
3. Kerapian bahasa dan struktur sesuai kaidah jurnalistik.
4. Kepatuhan etik (tidak melanggar kode etik, SARA, atau memuat unsur ujaran kebencian).

“Jika semua syarat ini terpenuhi, pimpinan umum atau pimpinan redaksi akan lebih mudah memberikan persetujuan publikasi,” tambahnya.

LPM Waskita secara tegas selalu mengedepankan etika jurnalistik sebagai fondasi kerja. Pimpinan Umum menekankan pentingnya hal tersebut.

“LPM harus mengedepankan etika jurnalistik karena tanpa etika, setiap informasi yang dipublikasikan bisa menjadi tidak valid, merugikan orang lain, dan menjatuhkan kredibilitas lembaga,” tegas Utri.

Ia juga menjelaskan konsekuensi yang ada, “Etika jurnalistik adalah batas tegas agar LPM tetap profesional, objektif, dan dipercaya. Jika etika dilanggar, maka reputasi lembaga rusak, pembaca kehilangan kepercayaan, dan informasi yang disebarkan berpotensi menjadi hoaks atau propaganda.”

Proses produksi konten di LPM Waskita memiliki alur yang terstruktur:
1. Penerimaan berita/ide liputan.
2. Penugasan lapangan (Pimred menugaskan anggota untuk meliput)
3. Produksi dan editing (Anggota membuat berita dan menyerahkannya ke Pimred untuk proses penyuntingan/editing)
4. Publikasi (Setelah final dan mendapat persetujuan, berita diposting di website LPM oleh admin)

Terkait pelaksanaan tugas, Pimpinan Umum menjelaskan, “Kita biasanya liputan itu di tempat kejadiannya, seperti kalau ada undangan Hima/UKM ada kegiatan kita datang ke lokasinya langsung (jika memungkinkan), untuk produksi beritanya nanti bisa dikerjakan di rumah tidak harus di Camp.”

Untuk ide dan inovasi baru, anggota dianjurkan menyampaikan kepada Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi (terutama jika ide berkaitan dengan produksi media), agar dapat dipertimbangkan dalam rapat struktur, atau dibahas dalam forum internal dan rapat kerja.

Rapat atau evaluasi kerja LPM Waskita diadakan setiap bulan secara rutin. Adapun otorisasi publikasi melibatkan persetujuan dari dua belah pihak antara Pimpinan Umum dan Pimpinan Redaksi sebagai persetujuan akhir sebelum publikasi.

“Jika ingin melakukan publikasi harus meminta persetujuan pada Pinum dan Pimpinan Redaksi,” Pungkas Utri terkait mekanisme kontrol kualitas dan pengambilan keputusan bersama dalam proses publikasi.

Reporter dan Penulis: Safna Maulida dan Resultan Ahmadin
Editor: Amaliya Syafithri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini