Survei UMKM Ikan Asap Desa Bulurejo oleh Mahasiswa KKN

0
109
Proses Pembuatan Ikan Asap[foto:Dokumentasi KKN Bulurejo]

Bulurejo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melakukan survei terhadap kelompok UMKM ikan asap di Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Desa ini tengah ramai karena kegiatan Festival Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) pada tanggal 17 September 2024 yang mencatat rekor Muri dengan pembagian lebih dari 20.000 ekor lele asap kepada masyarakat. Diharapkan festival ini tidak hanya menciptakan rekor baru, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk lebih sering mengonsumsi ikan, khususnya lele, yang kaya akan nutrisi dan bermanfaat bagi kesehatan.

Pengelolaan ikan asap di Bulurejo dilakukan secara tradisional dan telah berlangsung puluhan tahun. Setiap ikan lele ditusuk, dibersihkan, kemudian dipanggang selama 10-15 menit menggunakan janggel jagung sebagai bahan bakar. Usaha ini dikelola oleh sekitar sebelas orang yang tergabung dalam paguyupan ikan asap. Mereka tidak mempekerjakan karyawan tetap, sebagian besar aktivitas produksi dilakukan dengan bantuan tetangga sendiri.

Paguyupan memiliki stuktur formal mulai dari ketua hingga bendahara, berbagai pengalaman, dan menyusun langkah pemasaran bersama. Pasar utama produk mereka adalah Pasar Soko, namun untuk pendapatan seringkali tidak stabil karena permintaan yang tidak menentu.

Mahasiswa KKN bertugas melalukan survei sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa melakukan pendataan proses produksi, struktur organisasi, serta tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan kemasan, pemasaran terbatas, hingga ketahanan produk yang masih rendah. Tujuan utamanya adalah memberi rekomendasi strategis agar usaha ikan asap bisa berkembang secara berkelanjutan dan diserap pasar lebih luas.

Ibu Asiyah, salah satu yang tergabung dalam paguyupan Ikan Asap, menyampaikan bahwa dirinya memiliki hasrat besar untuk mengembangkan usaha ikan asap jika mendapatkan pendampingan. Ia mengakui batasannya sebagai pelaku UMKM rumahan.

“Kalau saya sendiri tidak bisa menangani semuanya. Saya ingin usaha ini berkembang, tapi saya butuh pendampingan,” tegasnya

Ibu Asiyah juga menyampaikan bahwa usahanya telah mendaftarkan sertifikat halal.

“Saya sudah mendaftarkan sertifikat halal, kemungkinan sudah jadi namun belum saya ambil karena masih sibuk dengan produksi,” ujar Ibu Asiyah.

Oleh : Utri Rahmawati

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini