Belajar dengan Sistem Daring

0
195

Pada
situasi pandemi Covid-19 Indonesia memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial
Berskala Besar (PSBB). PSBB ini diharapkan dapat menekan penyebaran mata rantai
virus Covid-19, semua kegiatan yang dilakukan di luar rumah harus dihentikan
sampai pandemi ini mereda. Salah satu yang terkena dampak adalah sektor dunia
pendidikan di tanah air. Dampak yang diakibatkan dalam dunia pendidikan adalah
permasalahan kegiatan belajar dan pembelajaran. Kegiatan belajar dan
pembelajaran saat ini dilakukan di rumah atau Daring (Dalam jaringan) guna
meminimalisir kontak fisik secara massal, sehingga dapat memutus mata rantai
penyebaran virus tersebut.

 Secara resmi kebijakan belajar di rumah
mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor
36962/MPK.A/HK/2020 tanggal 17 Maret 2020 perihal pembelajaran secara Daring
dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease
(Covid-19) yang salah satu poinnya menyatakan bahwa khusus untuk daerah yang
sudah terdampak Covid-19 berlaku ketentuan bahwa pemberlakuan pembelajaran
secara daring dari rumah bagi siswa dan mahasiswa.

Sistem pembelajaran Daring merupakan sistem
pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa, tetapi
dilakukan secara online yang menggunakan jaringan internet. Sistem pembelajaran
dilaksanakan melalui perangkat Personal
Computer
(PC) atau laptop yang terhubung dengan koneksi jaringan internet.
Guru dapat melakukan pembelajaran bersama diwaktu yang sama dengan menggunakan
grup di media sosial seperti WhatsApp (WA), Telegram, Instagram, Zoom, Google
Classroom, Google Meet, dan lain-lain. Dengan demikian, guru dapat memastikan
siswa mengikuti pembelajaran dalam waktu yang bersamaan meskipun di tempat yang
berbeda.

Selama ini banyak yang
beranggapan bahwa belajar secara daring dari rumah kurang efektif bagi siswa
dan mahasiswa. Mereka mengalami banyak permasalahan dalam pembelajaran daring
di rumah.  Permasalahan yang utama adalah
masalah kuota internet, apabila tidak memiliki kuota internet aplikasi yang
akan digunakan dalam pembelajaran daring tidak bisa digunakan. Akibat dari
pandemi saat ini banyak orang tua dari mereka yang harus menerima kepahitan
hidup yaitu tidak bisa bekerja. Hingga akhirnya hal
seperti ini dibebankan kepada orangtua siswa yang ingin anaknya tetap mengikuti
pembelajaran daring.

Pembelajaran daring tidak bisa lepas dari jaringan
internet. Koneksi jaringan internet menjadi salah satu kendala yang dihadapi
siswa yang tempat tinggalnya sulit untuk mengakses internet, apalagi siswa
tersebut tempat tinggalnya di daerah pedesaan dan jauh dari keramaian. Kalaupun
ada yang menggunakan jaringan seluler terkadang jaringan tidak stabil, karena
letak geografis yang masih jauh dari jangkauan sinyal seluler. Hal ini juga
menjadi permasalahan yang banyak terjadi pada siswa dan mahasiwa yang mengikuti
pembelajaran daring sehingga kurang optimal pelaksanaannya.

Bukan hanya siswa dan mahasiswa yang mengalami
kesulitan, namun juga para guru dan dosen. Mereka dituntut merancang dan
mengajarkan materi pembelajaran melalui sebuah aplikasi online sesuai dengan
materi yang akan diajarkan. Aplikasi sederhana yang sering digunakan oleh guru
adalah aplikasi WhatsApp, aplikasi ini sangat cocok dan mudah diakses oleh
siswa dan tidak memakan banyak kuota. Namun, penggunaan aplikasi harus
disesuaikan antara guru dengan siswa itu sendiri. Aplikasi lain yang sering
digunakan adalah aplikasi zoom, aplikasi ini memang sangat membantu dalam
kegiatan pembelajaran. Namun, kendala yang sering terjadi adalah koneksi
jaringan internet harus kuat. Sedangkan siswa atau mahasiswa yang rumahnya
terpencil, minim sekali bisa mengakses aplikasi tersebut karena tidak adanya
jaringan yang stabil. Kurang keefektifan pembelajaran daring ini membuat proses
belajar mengajar tidak seperti belajar dalam keadaan tatap muka secara
langsung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini