Gebyar Biologi FSIB 2025: Kolaborasi AI dan Isu Lingkungan dalam DIES NATALIS ke-25

0
162
Kuliah Umum FSIB Unirow Tuban

TUBAN — Dalam rangka memperingati DIES NATALIS ke-25, Himpunan Mahasiswa Forum Studi Ilmu Biologi (FSIB) Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) sukses menyelenggarakan Gebyar Biologi 2025 dengan format Kuliah Umum dan Diskusi Ilmiah pada Sabtu (31/5/2025).

Acara yang berlangsung di lantai 3 Gedung Perpustakaan UNIROW Tuban ini mengangkat tema “Inovasi Media Pembelajaran Berbasis AI untuk Pelestarian Lingkungan di Era Gen Z.”

Kegiatan ini terbuka untuk umum, dengan peserta yang berasal dari kalangan pelajar SMA/SMK, mahasiswa UNIROW, hingga masyarakat umum. Delegasi peserta datang dari berbagai daerah, seperti Tuban, Lamongan, Bojonegoro, dan Rembang. Dengan HTM Rp10.000, peserta memperoleh berbagai fasilitas seperti e-sertifikat, snack, stiker, relasi baru, serta pengetahuan aktual tentang peran teknologi dan lingkungan.

Acara dimulai pukul 07.30 WIB dengan registrasi peserta, disusul pembukaan oleh MC, yakni Dina Afiya dan Luthfia Khoirunnisa’. Lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars UNIROW dikumandangkan dengan penuh semangat dipimpin dirijen, yakni Purwanti. Kemudian dilanjut sambutan yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana, Achla Nur Ainiah dan Dekan FKIP UNIROW, Wendri Wiratsiwi, M.Pd., lalu dilanjut pemotongan tumpeng, serta ditutup dengan doa oleh Nur Cholis.

Sesi kuliah umum menghadirkan tiga pemateri yang menyampaikan gagasan-gagasan penting seputar teknologi dan lingkungan. Kurdiyono, S.T., selaku perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tuban, membuka materi dengan pemaparan terkait persoalan sampah yang dihadapi Kabupaten Tuban, yang mencapai 110 ton per hari, kondisi air dan udara di Kabupaten Tuban, serta pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Selanjutnya, Andik Adi Suryanto, S.Kom., M.Kom., dosen Teknik Informatika UNIROW dan relawan TIK, menyampaikan materi mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) oleh generasi Y dan Z, serta potensi AI sebagai media pembelajaran yang inovatif.

Materi ditutup oleh Berlliana Dwistira Septy, Puteri Lingkungan Indonesia 2024, yang menekankan pentingnya keterlibatan generasi Z dalam pelestarian lingkungan melalui pendekatan digital dan teknologi berbasis AI.

Ketiga pemateri ini menghadirkan wawasan yang saling melengkapi dan menyatu dalam satu benang merah, yakni inovasi untuk bumi yang lestari.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif, penyerahan fandel kepada para pemateri sebagai bentuk apresiasi, serta dokumentasi dan foto bersama seluruh peserta, panitia, dan narasumber.

Zainul Mustofa, Ketua Umum FSIB menjelaskan bahwa keberhasilan acara ini tidak lepas dari persiapan yang matang. Mulai dari pembentukan panitia, penentuan tema yang relevan dan aktual, penjaringan narasumber yang kompeten, pencarian sponsor, hingga penyebaran surat delegasi ke Sekolah-sekolah di wilayah target. Untuk memastikan kelancaran acara, panitia juga mengadakan gladi bersih sehari sebelum pelaksanaan. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Harapan saya, semoga FSIB ke depannya menjadi organisasi yang semakin solid, profesional, dan terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta anggotanya,” tutupnya.

Acara ini turut didukung oleh sponsor seperti Toko Yarsa, TB. Rencana, UD. Mapan Jaya, dan TB. Cahaya, serta media partner dari berbagai organisasi kampus.

Gebyar Biologi 2025 membuktikan bahwa kolaborasi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan kepedulian lingkungan dapat melahirkan gerakan edukatif yang inspiratif dan berdampak nyata.

Reporter    : Selkya Elviara Handoko

Penulis       : Selkya Elviara Handoko

Editor         : Amaliya Syafithri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini