TUBAN-Dengan
mengusung tema “Sukseskan Kampus Merdeka”, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
Kabupaten Tuban menggelar kuliah umum yang bertempat di Gedung Rektorat Lantai
2 Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban, Selasa (23/11).
Ketua
PWI Tuban, Pipit Wibawanto, mengatakan bahwa PWI Tuban bekerja sama dengan
kampus Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban mengadakan “PWI Tuban Goes to Campus” dalam hal ini sesuai
dengan visi misi dari PWI pusat dan juga visi misi dari PWI Tuban, bahwasannya
PWI juga harus bisa masuk ke kampus-kampus memberikan ilmunya.
Dalam
kuliah umum tersebut menghadirkan beberapa narasumber diantaranya yaitu Prof.
Dr. Aris Junaedi dari Dirjen
Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Prof. Ir. Suprapto DEA selaku Kepala LLDIKTI
wilayah VII, Agus Sudibyo dari Dewan Pers, dan terakhir Eko Pamuji yang
merupakan perwakilan dari PWI Jawa Timur.
Kuliah
umum dibuka dengan paparan Prof. Dr. Aris Junaedi, dan dilanjut oleh Prof. ir Suprapto DEA, keduanya membahas dan
mengarahkan seputar program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
“Merdeka
Belajar, merdeka bukan hanya belajar di tempat, tetapi yang dimerdekakan juga
adalah bagaimana bisa belajar di prodi atau di luar kampus, selama 3 semester,”
tegas Prof. ir Suprapto DEA dalam pemaparan materi program Merdeka Belajar
Kampus Merdeka (MBKM).
Paparan
selanjutnya oleh Dewan Pers yaitu Agus Sudibyo yang membahas tentang Literasi
Digital, yang kemudian ditutup dengan
pemaparan materi jurnalis oleh perwakilan dari PWI Jatim, Eko Pamuji. Dalam
pemaparan Agus Sudibyo, mahasiswa tidak hanya aktif dalam media sosial tetapi
juga mampu menguasai teknologi, mengisi ruang publik dengan informasi yang
berbobot dan berkualitas berdasarkan fakta yang ada, serta tidak meninggalkan
etika-etika baik dalam berkomunikasi di depan khalayak umum.
Eko
Pamuji menambahkan dalam statement akhirnya, bahwa menjadi mahasiswa
jangan menjadi penyebar berita hoax atau menjadi mahasiswa yang memiliki
pemikiran dengan sumbu pendek, dalam artian cepat emosi dan apabila dikritik
akan segera marah. (Intan Cahaya)


