Pemberangkatan KKN UNIROW TUBAN dan UNIGORO Tahun 2022

0
214

 

Tuban
– Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban menggelar upacara pemberangkatan
peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertempat di Panggung Wisuda Unirow
Tuban, pada Senin pagi (18/07).

Upacara
pemberangkatan ini dilaksanakan pada pukul 08.30-09.30 yang dipimpin langsung
oleh Rektor Unirow Tuban, Prof. Dr. Supiana Dian Nurtjahyani, M.Kes. dan
dihadiri beberapa tamu undangan diantaranya, Bupati Tuban yang diwakili oleh
PAT Kepala Dinas Kabupaten Tuban, Rektor Universitas Bojonegoro (Unigoro),
Camat, OPD Kabupaten Tuban, PPT Kabupaten Tuban, Wakil Rektor, Dekan dan Ketua
Program Studi (Kaprodi) Unirow Tuban, Dosen Unirow dan Dosen Unigoro, Dosen
Pembimbing Lapangan (DPL) Unirow Tuban serta 408 mahasiswa peserta KKN.

Total
408 mahasiswa yang menjadi peserta KKN 2022 terdiri dari 398 mahasiswa Unirow
dan 10 mahasiswa Unigoro akan dibagi menjadi 20 kelompok yang penyebarannya ada
di 20 desa dan 14 Kecamatan di Kabupaten Tuban.

Prof.
Dr. Supiana Dian Nurtjahyani, M.Kes selaku rektor Unirow Tuban mengucapkan terima
kasih kepada rektor Unigoro yang telah mengimplementasikan kerja sama salah
satunya mahasiswa belajar di luar kampus yang merupakan target indikator
kinerja utama dua.

Dalam
sambutannya, rektor Unirow Tuban memaparkan bahwa KKN merupakan salah satu
program dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mana KKN di kampus
merupakan kegiatan rutin, dan implementasi kegiatan MBKM salah satunya adalah proyek
di desa. Sehingga, KKN memegang peran penting bagaimana mahasiswa
mengimplementasikan ilmunya untuk memberdayakan potensi yang ada di desa
sebagaimana mahasiswa bertugas. Beliau juga memaparkan prestasi Unirow yang
telah dicapai dalam MBKM.

Tak
lupa Prof. Dian juga terus mengingatkan kepada mahasiswa meskipun KKN sudah
dilaksanakan secara luring, namun kondisinya masih ada Covid. “Jangan lengah,
tetap jaga protokol kesehatan dan stamina. Tetap jaga etika dan sopan santun.
Tetap waspada hati-hati karena anda dituntut untuk berkontribusi pada orang
lain dan bermanfaat bagi orang lain karena sebaik-baiknya orang adalah orang yang
bermanfaat bagi orang lain”, tuturnya.

Lebih
lanjut, rektor yang menjabat dua periode tersebut juga memaparkan bahwa
mengubah mindset itu penting karena bukan hanya sebagai pelajar, tetapi
pembelajar. Belajar tidak hanya tertutup oleh dimensi ruang, tetapi secara luas
mengimplementasikan dan mengaplikasikan ilmu yang didapatkan di kuliah, sehingga
mahasiswa harus bisa berperan sebagai motor generator penggerak di desa yang
akan ditempati. Bangun potensi lokal yang ada. Jadikanlah sebagai nilai jual
yang bisa dikompetitifkan di era global karena mahasiswa sebagai generasi muda
mempunyai kewajiban untuk bisa membangun Indonesia. Mengubah mindset supaya
bisa menjadi pembelajar yang sejati dan mau berjuang keras demi masa depan.

Selaras
dengan rektor Unirow, Bapak Abdur Rahmat, S.T, M.T selaku perwakilan dari
Bupati Tuban juga mengatakan bahwa mahasiswa yang terjun ke masyarakat harus
bisa mengimplementasikan dan menerapkan ilmu yg didapatkan mahasiswa sebagai
motor penggerak harapan bersama-sama dengan guru di desa untuk mengawal
pelaksanakan kurikulum merdeka agar berjalan dengan baik.

“Saya
berharap dan titip kepada camat untuk mohon bimbingan dan arahan. Saya yakin
mahasiswa mempunyai optimisme untuk bisa membangun desa sesuai dengan temanya,
yaitu Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan dalam Era Merdeka Belajar Kampus
Merdeka di Kabupaten Tuban, karena desa merupakan suatu modal untuk bagaimana
kita nanti bisa membangun suatu negara”, jelas Prof. Dian sapaan akrabnya. (ichis)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini