FISIP Selenggarakan Diskusi Publik, Merajut Asa Kemajuan Dunia Pendidikan di kabupaten Tuban

0
381

Tuban – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unirow menggelar acara Diskusi publik yang menghadirkan pemateri seperti: Hj. Ratna Juwita Sari, SE., MM. (Anggota Komisi VII DPR RI), Agus Muhaimin, SE., M.HP (Ketua Karang Taruna Provinsi Jawa Timur), Riska Andriani, M.Si (Ketua Program Studi Biologi Unirow Tuban) dan Hasanul Bulqiyah, S.IP., M.Sos (Dosen FISIP Unirow Tuban) selaku moderator, bertempat di Gedung rektorat lantai II pada, Sabtu (27/01/2024).

Kegiatan yang bertema “Merajut Asa Kemajuan Dunia Pendidikan di kabupaten Tuban”  ini, disambut dengan baik oleh Rektor Unirow, Dr. Warli, M.Pd.

Pendidikan di kabupaten Tuban mempunyai Indeks Pembangunan Manusia (IPM), variabel yang utama ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Fokus pendidikan di kota tuban perlu mendapatkan perhatian serius. Karena pendidikan di kota Tuban memperoleh peringkat 11 dari bawah se-Jawa Timur. Nilai indeks dibawah 7 yaitu 69,9 data dari IPM  yang terdata,  melihat kabupaten sebelah yaitu Lamongan lebih diatas kabupaten Tuban.

Presentase pendidikan sekolah di Indonesia lebih banyak jumlah siswa yang putus sekolah. Presentase diagram yang disajikan oleh Ibu Ratna Juwita sebagai Pemateri diskusi publik mengatakan. “Melalui diagram presentase jumlah anak putus sekolah di Indonesia cukup besar untuk warna kuning (laki-laki) dan biru (perempuan), meskipun jumlah siswa SD, SMP, SMA, SMK lebih banyak perempuan tetapi hasil presentase diagram lebih banyak laki- laki yang putus sekolah. Secara di Indonesia bahwa perbedaan gender di hitung dengan seksama antara siswa perempuan dan laki-laki putus sekolah berjumlah 15.9 % padahal yang banyak bersekolah perempuan, ditunjukkan rasio dengan keinginan, komitmen dari laki-laki yang melanjutkan studinya sampai selesai masih lebih jauh dari pada perempuan”.

Kolaborasi pada mutu pendidikan tinggi di Tuban, untuk melakukan kerjasama kepada mahasiswa demi tercapainya tujuan. Pesan yang disampaikan oleh Ibu Riska melalui diskusi publik. “Kolaborasi mutu pendidikan tinggi, dikaitkan dengan kerjasama secara individu, kelompok atau organisasi untuk mencapai tugas tertentu dengan melibatkan berbagai pihak melalui kerjasama, melakukan interaksi secara kolektif. Dengan keterlibatan, informasi yang memiliki latar belakang pendidikan, dan adanya ketergantungan aspek positif dengan dinamika, tidak melihatkan proses dengan keilmuan yang berbeda, Namun melibatkan proses koordinasi yang dinamis untuk mencapai tujuan bersama dalam menghadapi dunia pendidikan dari berbagai aspek, sebagai kunci pendorong kemajuan  negara”.

“Peran Pendidikan di indonesia ini sudah efektif dengan seringnya kurikulum yang berubah-ubah, melekat Ilmu pengetahuan dan karakteristik dengan daya saing yang masih banyak diperbaiki pertama dari PPS, sekolah nasional atau sekolah kejuruan dianggap dari data menjadi penyumbang terbesar pengangguran. Dalam dunia pendidikan belum mampu menjawab tantangan zaman, sehingga pendidikan kompetensi keilmuan menjadi salah satu karakteristik penopang. Menjadi karakteristik dapat dihubungkan dengan integriti dan moral, identitas sebagai Indonesia. Disamping kompetensinya yang sebenarnya di dunia pendidikan, dan dunia ketenagakerjaan  sekarang,hal ini dianggap pendidikan kita ketinggalan”, ucap Bapak Agus Muhaimun.

Pemerataan mutu dan upaya mewujudkan profil pelajar pancasil⁠a supaya dapat diakses seluruh warga dari berbagai latar belakang seperti status sosial, ekonomi, wilayah, kondisi fisik dan emosional, etnis, dan lain sebagainya.” Dalam pemerataan dunia pendidikan peran pemerintah harus turun tangan, SD, SMP, SMA SMK harus dipastikan tidak ada jarak pembeda antara sekolah di plosok maupun di kota . Pemerataan ini yang sudah ada yaitu berbasis zonasi, yang menjadikan sekolah tidak hanya orang-orang pintar yang ada dalam sekolah tersebut. Harapannya agar tidak muncul sekolah yang bagus-bagus saja dan sekolah yang tidak keterbelakangan saja. Untuk pemerataan dimulai dengan Dunia Pendidikan dan infrastrukturnya. Peran pemerintah yaitu meratakan dunia pendidikan dengan pengelolaan lingkungan pendidikan serta infrastruktur yang memadai “, tegas Bapak Agus Muhaimun.

Dalam acara merajut asa untuk kemajuan dunia pendidikan ini, memerlukan peran dari pemerintah sehingga apa yang belum dicapai dalam dunia pendidikan bisa dialokasi dengan baik dimulai dengan cara pemerataan terhadap dunia pendidikan di plosok maupun di kota. (Ossy Febrianti)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini