“Pelecehan seksual masih terus jadi mimpi buruk
yang tak berujung”
Istilah pelecehan
seksual mungkin sering dikaitkan dengan sentuhan fisik yang tak diinginkan.
Padahal, bentuk pelecehan ini bisa melibatkan aktivitas non-fisik yang
sama-sama berdampak buruk bagi kesehatan tubuh dan mental korban. Mengalami
pelecehan seksual dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan
terhina. Efeknya bisa menimbulkan korban merasa terintimidasi, depresi, bahkan bunuh diri.
Oleh karena itu,
menjadi korban pelecehan seksual membutuhkan keberanian bagi siapa saja untuk
melaporkannya, karena
efek jangka pendek dan jangka panjang dari kebiasaan ini bisa sangat mengganggu
dan merugikan.
Takut
dipersalahkan, takut ketahuan kalau sudah tidak perawan, dan takut menghadapi
cemoohan teman-teman? Yuk coba ikuti strateginya…
1. Minta
Pelaku Berhenti
Strategi
pertama yang harus Kamu lakukan adalah dengan coba memberi tahu pelaku dan
minta dia untuk berhenti. Ini agak sulit dan mungkin tidak dapat
menghentikannya dengan segera. Namun, itu adalah salah satu bentuk pertahanan
diri pertama jika terjadi serangan.
2. Periksa
Kesehatan
Setelah
kamu sedikit tenang,
perlahan-lahan tingkatkan keberanian Kamu. Hal ini dapat dimulai dengan
pemeriksaan kesehatan dan keikutsertaan dalam konseling pada ahli psikologi.
Pada
saat yang sama, keikutsertaan dalam program konseling berfungsi agar
mendapatkan teknik yang menitik beratkan pada restrukturisasi atau pembenahan
kognitif yang menyimpang akibat kejadian yang merugikan dirinya baik secara
fisik maupun psikis dan lebih melihat ke masa depan dibanding masa lalu. Aspek
kognitif dari hasil konseling antara lain mengubah cara berpikir, kepercayaan,
sikap, asumsi, imajinasi dan memfasilitasi konseling belajar mengenali dan
mengubah kesalahan dalam aspek kognitif. Aspek behavioral dari konseling antara
lain mengubah hubungan yang salah antara situasi permasalahan dengan kebiasaan
mereaksi permasalahan, belajar mengubah perilaku, menenangkan pikiran dan tubuh
sehingga merasa lebih baik, serta berpikir lebih jelas.
Pemeriksaan
kesehatan dilakukan untuk mengetahui risiko tertular penyakit tertentu, karena
bisa jadi pelaku pelecehan seksual mengidap penyakit menular yang berbahaya.
3. Yakinkan Diri Kamu Tidak
Bersalah
Jangan
menyalahkan diri sendiri atas pelecahan
yang kamu alami. Membangun
keyakinan bahwa pelaku bersalah.
Ini
memberi Kamu kesempatan untuk menghadapi kekerasan seksual yang Kamu hadapi dan
membuat keputusan yang tepat.
4. Cerita
pada Orang Terpercaya
Saat
mengalami pelecehan seksual, jangan pernah merasa kamu harus menjadi
satu-satunya orang yang menanggung hal tersebut. Cobalah untuk membicarakan dan
ceritakan apa yang dialami kepada orang terdekat atau orang yang dipercaya.
Nyatanya,
membagi hal ini kepada orang lain bisa memberi sedikit rasa tenang. Dengan demikian,
kamu juga bisa mengajak orang tersebut untuk mendiskusikan apa yang harus
dilakukan selanjutnya.
5. Simpan
Barang Bukti
Kumpulkan
artefak atau bukti digital apa pun yang dapat kamu gunakan sebagai bukti.
Bukti
pemerkosaan bisa berupa pakaian yang kamu
kenakan atau barang-barang yang ditinggalkan pelaku. Ingatlah untuk tidak
menyentuh bukti dengan tanganmu.
Gunakan plastik atau benda lain untuk menghindari menghilangkan sidik jari
penjahat.
Sperma
itu masih berada di dalam
vagina selama 3-4 jam selama belum dibersihkan. Tapi masih bisa ditemukan antara
24-36 jam. Oleh karena itu, jangan langsung membersihkan anggota tubuh atau
mandi, karena akan menghilangkan barang bukti berupa bekas sperma dari si
pelaku.
6. Lapor
pada Pihak Berwajib
Segera
laporkan ke kantor polisi terdekat. Dalam kasus pemerkosaan, setiap korban
harus melapor secara resmi ke polisi.
Polisi
kemudian mengirimkan surat pemberitahuan resmi atau surat polisi yang berisi
surat permintaan Visum et Repertum untuk meminta dokter memeriksa tubuh korban.
Kamu tidak akan dikenakan biaya untuk pemeriksaan ini. Bagi sebagian orang,
mengalami pelecehan seksual bisa sangat memalukan sehingga mereka ragu untuk
melaporkannya ke pihak berwajib. Namun, percayalah bahwa melaporkan pelecehan
seksual dapat membantu mengurangi terulangnya insiden serupa.
Agar
lebih mudah diproses, mintalah kerabat dekat atau teman untuk membantu kamu dengan laporan
tersebut. Pastikan semua bukti dan persyaratan hukum sudah lengkap untuk
memudahkan proses pelaporan.
Penulis: Achla Nur A.



