Acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rusunawa Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, merupakan acara peresmian secara simbolis akan diadakannya pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa). Acara peletakan batu pertama yang berlangsung di Unirow pada Jumat (08/9) dihadiri oleh pihak-pihak yang terlibat seperti civitas akademika Unirow, konsultan atau menejer dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jawa Timur, serta kontraktor pembangunan dari CV. Sinar Agung, Jakarta.
Kegiatan yang dilakukan dalam acara peletakan batu pertama tersebut mencakup pemotongan tumpeng, doa bersama, dan peletakan batu pertama oleh perwakilan ketua Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (PPLP PT) PGRI Tuban, oleh Dr. Warli, M.Pd, selaku rektor Unirow saat ini dan juga oleh Prof. Dr. Dra. Supiana Dian Nurtjahyani M.Kes, yang merupakan rektor pada awal perencanaan proyek rusunawa (Awal pengajuan proposal 2019, pembenahan proposal, hingga proposal disetujui oleh pihak pemerintah dan kontraktor).
Bapak Rokhadi, SE., MM, selaku bendahara PPLP PT PGRI Tuban, yang juga merupakan Person In Charge (PIC) dalam proyek rusunawa, menjelaskan bahwa rusunawa adalah asrama yang khusus digunakan untuk mahasiswa dan tidak diperbolehkan untuk kegiatan-kegiatan lain. Sedangkan dari rektor nantinya, kriteria mahasiswa yang dapat menempati rusunawa akan dipaparkan setelah proyek pembangunan selesai.
Pembangunan rusunawa ditargetkan selesai di akhir Desember 2023. Target tersebut adalah salah satu hasil meeting selama dua hari di Unirow, yang merupakan kesepakatan bersama anatara pihak pengguna yakni Unirow, pihak kontraktor dari CV. Sinar Agung, serta pihak konsultan yakni pemerintah DPUPR Jawa Timur. “Gedungnya dua lantai dengan halaman yang lebih besar, di samping kanan kiri tidak hanya langsung bangunan berdiri, tapi ada paving, ada tempat mahasiswa bersantai dan lain sebagainya. Nantinya tipe rusunawanya adalah Acariya, yang paling tidak dapat ditinggali sekitar 60an atau 80an mahasiswa,” begitu kiranya penjelasan Pak Rokhadi.
Dana proyek pembangunan rusunawa berasal dari pemerintah DPUPR dan kontraktor yang terlibat, pihak Unirow menerima dalam bentuk bangunan serta sarana prasarana pelengkap rusunawa. Yang jika dikira-kira, dana kasar pembangunan rusunawa mencapai 5 sampai dengan 6 miliar rupiah. Sebelum pembangunan rusunawa selesai, belum ada rencana pembangunan selanjutnya yang akan dilakukan pada 2024, pihak Unirow memfokuskan saat ini untuk penyelesaian rusunawa terlebih dahulu.
Reporter &Penulis: Dina Afiya
