Mengintip Perjalanan Bahasa Indonesia: Kapan Bahasa Indonesia Lahir?

0
410

Bahasa indonesia merupakan bahasa persatuan
bagi bangsa indonesia. Hal ini di tetapkan sejak 28 Oktober 1928 saat Sumpah
Pemuda. Namun bagaimana awal mula bahasa indonesia berkembang dan dapat di
jadikan bahasa pemersatu dari beragam suku bangsa di Indonesia? Simak sejarah
munculnya bahasa indonesia berikut.
Bahasa indonesia lahir dari bahasa melayu,
Lebih tepatnya melayu Riau. Pada saat itu, jalur perdangan terpusat di kepulauan
Riau, pedagang menyepakati satu bahasa sebagai bahasa komunikasi antarpedagang
dan di sepakati bahasa Melayu Riau sebagai bahasa komunikasi.
Pada 1901, Indonesia yang saat itu masih
sebagai Hindia Belanda mengadopsi ejaan Van Ophuijsen. Ejaan tersebut diawali
dari penyusunan Kitab Logat Melayu (dimulai tahun 1896) van Ophuijsen, dibantu
oleh Nawawi Soetan Ma
’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim.
Kemudian pada tahun 1908 Pemerintah
Hindia-Belanda (VOC) mendirikan sebuah badan penerbit buku-buku bacaan yang
diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat), yang kemudian
pada tahun 1917 ia diubah menjadi Balai Pustaka dengan menerbitkan buku-buku
novel seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan, buku-buku penuntun bercocok tanam,
penuntun memelihara kesehatan, yang tidak sedikit membantu penyebaran bahasa
Melayu di kalangan masyarakat luas.
Selanjutnya, kekalahan bangsa Belanda yang
kemudian Indonesia di duduki Jepang membuat kedudukan bahasa indonesia semakin
penting. Hal ini di sebabkan bangsa Jepang pada saat itu tidak ingin bangsa
Indonesia sebagai Negara jajahannya menggunakan bahasa belanda yang sebelumya
di canangkan oleh Belanda, maka Jepang mencanangkan bangsa Indonesia untuk
menggunakan bahasa indonesia yang sudah menjadi bahasa komunikasi antarpedagang
sebelumnya, karena bangsa Indonesia pada saat itu belum memahami bahasa Jepang.
Fase ini di dakatan bahwa sejarah bahasa indonesia menjadi bahasa kebebasan
karena terlepas dari genggaman Belanda.
Fase selanjutnya dalam perjalanan sejarah
bahasa indonesia yang di tetapkan sebagai bahasa persatuan, adalah saat
dilaksanakannya
“Sumpah Pemuda” pada 28 Oktober 1928. Meski dalam sidang tersebut penggunaan bahasa
jawa mencapai 81%, namun bahasa jawa di anggap memilikki kelemahan sehingga bahasa
jawa tidak di gunakan sebagai bahasa persatuan, diantaranya. a) tidak praktis,
b) tidak ekonomis, c) tidak dinamis.

Maka Muhammad Yamin sebagai sastrawan,
politikus dan ahli sejarah mengusulkan bahasa Melayu (indonesia) sebagai bahasa
persatuan. Dalam pidatonya ia mengatakan
“Jika mengacu pada masa depan
bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua bahasa
yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan Melayu.
Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa
pergaulan atau bahasa persatuan.”
Pada 18 Agustus 1945, bahasa indonesia
dinyatakan sebagai bahasa resmi Negara seiring di proklamirkan kemerdekaan
bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945, hal ini sesuai dengan bunyi UUD 1945,
Bab XV pasal 36: Bahasa negara adalah bahasa Indonesia.
Tanggal 28 Oktober hingga 3 November 1988
diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia V di Jakarta. Kongres tersebut
dihadiri kira-kira tujuh ratus pakar bahasa Indonesia dari seluruh Indonesia dan
peserta tamu dari negara sahabat diantaranya, Brunei Darussalam, Malaysia,
Singapura, Belanda, Jerman, dan Australia. Kongres itu ditandatangani dengan
dipersembahkannya karya besar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada
pencinta bahasa di Nusantara, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata
Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
Demikianlah sejenak mengintip kembali
sejarah lahirnya bahasa indonesia. Semoga dengan mengetahui sejarah bahasa
sendiri, mampu memberikan semangat bagi kita untuk melestarikan bahasa
indonesia dan tidak serta merta mengubah maupun memodifikasi dengan bahasa
“Alay” saat ini.
(Hk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini